Wabup Buleleng ingatkan momen pengenalan kampus ke mahasiswa baru hindari perundungan - ANTARA News Bali

Buleleng, Bali (ANTARA) - Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mengingatkan panitia Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan agar menghindari pola perpeloncoan dan tindakan yang mengarah pada perundungan (bullying).

"Saya meminta seluruh rangkaian PKKMB dikemas dalam suasana yang menyenangkan, edukatif, dan mampu membangun kebersamaan," kata Supriatna saat membuka PKKMB IMK di Open Stage Kampus Menjangan, Banyuning, Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu.

Ia menegaskan, kegiatan pengenalan kampus tidak semestinya diwarnai tindakan yang merendahkan atau memberikan tekanan berlebihan kepada mahasiswa baru.

“Jangan sampai pengenalan kampus dilakukan dengan model-model seperti dahulu. Hindari hal-hal yang kurang positif, apalagi sampai mengarah pada bullying. Mari kita bangun kebersamaan dengan penuh sukacita,” ujarnya.

Menurut Supriatna, pembentukan kedisiplinan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan mahasiswa.

Namun, kedisiplinan tersebut harus dibangun melalui pendekatan yang mendidik dan tidak menggunakan cara-cara keras seperti yang pernah diterapkan dalam kegiatan orientasi mahasiswa pada masa lalu.

“Mendidik disiplin boleh, tetapi caranya harus membangun kedisiplinan. Tidak perlu seperti zaman dahulu dalam ospek. Jadikan PKKMB sebagai pengalaman yang menarik sehingga hubungan seluruh sivitas akademika semakin kuat,” katanya.

Ia juga mengajak mahasiswa baru mengikuti seluruh rangkaian PKKMB dengan penuh semangat dan tidak menganggap kegiatan tersebut sebagai beban.

Panitia, kata dia, perlu menciptakan suasana yang ramah sehingga mahasiswa baru dapat beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi secara nyaman.

Supriatna menilai PKKMB menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru karena merupakan tahap awal memasuki dunia pendidikan tinggi yang memiliki karakteristik berbeda dengan jenjang pendidikan sebelumnya.

“PKKMB ini merupakan momentum bersejarah bagi mahasiswa karena mereka akan memasuki dunia perguruan tinggi yang tentu berbeda dengan pendidikan sebelumnya. Di sini mereka mulai mengenal sistem pendidikan tinggi, kegiatan kampus, serta membangun pergaulan bersama teman-temannya,” ujarnya.

Sementara Rektor IMK Prof I Gede Suwindia mengatakan PKKMB merupakan sarana bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, sistem akademik, organisasi kemahasiswaan, sekaligus membangun karakter, etika, disiplin, dan rasa tanggung jawab sebagai insan akademik.

Dia mengajak mahasiswa baru menjadikan PKKMB sebagai langkah awal untuk mengenal, mencintai, dan turut berkontribusi dalam membangun almamater.

“Jadilah mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter Tri Kaya Parisudha, beretika, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Rektor.

Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.