CNN Indonesia
Senin, 10 Agu 2026 20:45 WIB
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --
Teh termasuk salah satu minuman favorit banyak orang. Selain karena rasanya, teh juga mengandung senyawa antioksidan dan polifenol yang baik untuk kesehatan.
Namun, waktu minum teh juga penting diperhatikan supaya bisa memperoleh manfaatnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Waktu terbaik minum teh sebenarnya bergantung pada jenis teh yang dikonsumsi. Selain itu, beberapa jenis teh juga memiliki manfaat yang berbeda, misalnya untuk meningkatkan energi, membantu pencernaan, atau membuat tubuh lebih rileks.
Waktu terbaik minum teh berdasarkan jenisnya
Supaya bisa mendapatkan manfaat minum teh, kamu dapat memperhatikan waktu berikut, dikutip dari Verywellhealth.
1. Teh hijau bisa diminum pagi hingga sore hari
Teh hijau menjadi pilihan yang tepat untuk diminum pada pagi atau sore hari karena mengandung kafein yang dapat membantu meningkatkan energi dan menjaga fokus.
Kandungan antioksidan, terutama polifenol dan katekin, juga berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Sejumlah penelitian menunjukkan teh hijau berpotensi membantu menjaga kadar gula darah, mendukung penurunan berat badan, meningkatkan fungsi kognitif, hingga menurunkan risiko beberapa jenis kanker. Hindari mengonsumsinya menjelang tidur agar istirahat tidak terganggu.
2. Teh hitam cocok diminum pagi hari
Seperti teh hijau, teh hitam juga mengandung kafein sehingga lebih ideal dikonsumsi pada pagi hari. Kafein dalam teh dilepaskan secara bertahap sehingga efeknya dapat bertahan selama beberapa jam.
Teh hitam mengandung polifenol unik bernama theaflavin yang diyakini dapat membantu menjaga fungsi otak, meningkatkan konsentrasi, sekaligus memberikan efek antioksidan.
Pilihan Redaksi
- Awas, Jangan Minum Kopi di Pesawat! Apa Alasannya?
- 7 Benda di Dapur Ini Bisa Jadi Sumber Mikroplastik yang Masuk ke Tubuh
- Apa yang Terjadi Jika Minum Teh Hijau Setiap Hari?
Selain itu, kandungan L-theanine di dalamnya juga membantu tubuh merasa lebih rileks tanpa menyebabkan ngantuk.
3. Teh jahe bisa diminum kapan saja
Teh jahe tidak mengandung kafein sehingga aman dikonsumsi kapan saja, baik pagi, siang, maupun malam hari.
Minuman ini paling baik dinikmati sebelum atau saat makan karena dapat membantu melancarkan proses pencernaan.
Jahe juga dikenal membantu meredakan mual, kembung, gangguan pencernaan, hingga mabuk perjalanan. Kandungan polifenolnya turut berperan mengurangi peradangan dan membantu menjaga kadar gula darah.
4. Teh rosella diminum setelah makan
Teh rosella atau hibiscus tea juga bebas kafein sehingga bisa diminum kapan saja. Namun, banyak meminumnya setelah makan siang atau makan malam karena membantu meningkatkan produksi urine sekaligus mengurangi kembung.
Selain kaya antioksidan, beberapa penelitian menunjukkan teh rosella berpotensi membantu menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan hati, mengurangi peradangan, serta mendukung pengendalian kadar gula darah dan berat badan.
5. Teh rosemary malam sebelum tidur
Jika ingin menikmati secangkir teh pada malam hari, teh rosemary bisa menjadi pilihan karena tidak mengandung kafein. Mengonsumsinya sebelum tidur disebut membantu merilekskan tubuh.
Beberapa penelitian juga menunjukkan rosemary memiliki potensi membantu mengurangi kecemasan, mendukung fungsi kognitif, serta memiliki sifat antioksidan dan antiradang. Meski klaim tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Secara umum, minum dua hingga tiga cangkir teh setiap hari terbilang aman dan dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga diabetes tipe 2.
Akan tetapi, konsumsi teh tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing serta diminum tanpa tambahan gula agar manfaatnya dapat dirasakan.
(fef)
[Gambas:Video CNN]