Wali Kota: Fasilitas PSEL bantu mengurangi volume sampah di Yogyakarta

Wali Kota: Fasilitas PSEL bantu mengurangi volume sampah di Yogyakarta

Rabu, 12 Agustus 2026 19:25 WIB

Image Print

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo usai bertemu dengan Danantara dan Gubernur DIY di Kepatihan Yogyakarta, Selasa (11/8/2026). ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyatakan keberadaan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang akan dibangun pemerintah pusat nantinya sangat membantu kota ini dalam mengurangi volume sampah setiap harinya.

"Dengan adanya PSEL, sampah dari kawasan aglomerasi diharapkan dapat diolah secara lebih optimal sehingga tekanan terhadap sistem pengelolaan sampah di daerah dapat berkurang," kata Hasto di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai salah satu daerah yang akan menyuplai sampah ke PSEL di Piyungan Kabupaten Bantul tersebut sangat menyambut baik kerja sama pengembangan proyek nasional itu.

Meski demikian, kata Hasto, kehadiran teknologi PSEL tersebut tidak boleh menghilangkan mata pencaharian masyarakat yang selama ini terlibat langsung dalam rantai pengelolaan sampah.

"Pemkot tetap memperhatikan keberadaan para penggerobak sampah maupun Juru Pengawas Pemilahan Sampah (Jumilah) yang selama ini memiliki peran penting dalam sistem persampahan di Yogyakarta," katanya.

Menurut dia, transformasi pengelolaan sampah melalui teknologi harus tetap mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

Oleh karena itu, para pekerja yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas pengumpulan, pemilahan, dan pengangkutan sampah tidak boleh begitu saja kehilangan mata pencahariannya akibat perubahan sistem pengelolaan sampah.

Direktur Investasi Danantara Indonesia Fadli Rahman mengatakan proyek PSEL di DIY ditargetkan dapat memasuki tahap groundbreaking pada akhir tahun 2026, sebelum kemudian dapat beroperasi penuh pada kuartal III atau kuartal IV tahun 2028.

Menurut dia, proyek PSEL dibangun di atas lahan Sultan Ground (SG) seluas 5,7 hektare di Piyungan, Bantul, saat ini proyek telah memasuki tahapan persiapan konstruksi, setelah dilakukan kajian kelayakan, rekayasa desain, hingga pematangan lahan.

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026