Wali Kota Lisa tetapkan status Banjarbaru siaga karhutla - ANTARA News Kalimantan Selatan

Banjarbaru (ANTARA) - Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan Erna Lisa Halaby menetapkan status siaga darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kekeringan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.

Penetapan status siaga diputuskan dalam Rapat Koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banjarbaru yang dipimpin Wali Kota Lisa di Aula Gawi Sabarataan, Kamis.

"Hari ini sepakat menetapkan status siaga karhutla untuk Kota Banjarbaru dan paling penting menjaga sinergi maupun kolaborasi seluruh pihak agar upaya pencegahan dan penanganan berjalan maksimal," ujar Lisa.


Baca juga: Wali Kota Banjarbaru selaraskan mitigasi karhutla hadapi kemarau ekstrem
 

Lisa mengatakan penetapan status siaga adalah bentuk kesiapsiagaan pemerintah kota sekaligus tindak lanjut atas SK Gubernur Kalsel tentang Penetapan Status Keadaan Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan di tingkat provinsi.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Banjarbaru menegaskan penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah, TNI, Polri, relawan hingga masyarakat.

"Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan sedikitnya terdapat tiga titik panas dengan Kecamatan Cempaka menjadi wilayah yang paling rawan sehingga memerlukan perhatian khusus," ucap Lisa.

Dikatakan Lisa, Pemkot Banjarbaru akan menggelar apel kesiapsiagaan serta mengaktifkan posko-posko terpadu memastikan seluruh personel dan peralatan siap dikerahkan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.


Baca juga: Akibat ulah oknum, dua titik karhutla ditemukan di Banjarbaru
 

"Insya Allah kita segera melaksanakan apel kesiapsiagaan dan menyiapkan posko-posko terpadu agar seluruh personel dan peralatan siap bergerak kapan saja sehingga potensi karhutla bisa dicegah sedini mungkin," katanya.

Selain memperkuat kesiapan personel dan sarana pendukung, pemkot juga mengedepankan langkah preventif melalui edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Lisa tegas mengingatkan praktik pembakaran lahan berpotensi memicu kebakaran yang meluas, merusak lingkungan, mengganggu kesehatan masyarakat, serta memiliki konsekuensi hukum.

"Kami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan membakar dan kesadaran jadi benteng pertama mencegah karhutla. Mari kita bersama menjaga Banjarbaru aman, sehat, dan bebas bencana asap," pesannya.

Pewarta: Yose Rizal
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.