Tim Ekspedisi Patriot kita terjunkan agar bisa berinteraksi dengan masyarakat dan memberikan inovasi, kreasi, pandangan-pandangan baru yang dibutuhkan masyarakat setempat
Kota Bogor (ANTARA) - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mengatakan kawasan transmigrasi disiapkan menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui penguatan pembangunan desa berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
Viva Yoga dalam kegiatan Pembekalan Serentak Tim Ekspedisi Patriot Tahun 2026 di Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu, mengatakan upaya tersebut dijalankan antara lain melalui penerjunan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 ke berbagai kawasan transmigrasi untuk mendampingi pengembangan potensi unggulan daerah.
"Bagian dari turunan Asta Cita Presiden Prabowo adalah Tim Ekspedisi Patriot. Karena kita membangun dari bawah, dari desa, untuk memakmurkan masyarakat dan menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi," katanya.
Ia menjelaskan para peserta TEP diharapkan mampu berinteraksi dengan masyarakat dan menghadirkan inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas serta nilai tambah potensi lokal di kawasan transmigrasi.
"Kita ingin desa-desa itu menjadi pusat ekonomi, menjadi pusat kebudayaan. Tim Ekspedisi Patriot kita terjunkan agar bisa berinteraksi dengan masyarakat dan memberikan inovasi, kreasi, pandangan-pandangan baru yang dibutuhkan masyarakat setempat," ujarnya.
Menurut Viva Yoga, pembangunan kawasan transmigrasi tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga membuka pusat-pusat pertumbuhan baru di wilayah yang sebelumnya terisolasi dan belum produktif.
Ia mengatakan perpindahan penduduk ke kawasan transmigrasi telah mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya hingga berkembang menjadi desa, kecamatan, kabupaten, bahkan provinsi.
"Program transmigrasi telah melahirkan 1.567 desa definitif, 466 kecamatan, 116 kabupaten/kota, dan tiga ibu kota provinsi," katanya.
Viva Yoga menambahkan salah satu contoh keberhasilan pengembangan kawasan transmigrasi adalah Telang di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang pada 2025 menjadi daerah dengan produksi beras tertinggi secara nasional.
Menurut dia, keberhasilan tersebut menunjukkan kawasan transmigrasi memiliki potensi besar menjadi motor pertumbuhan ekonomi apabila didukung inovasi, riset, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Baca juga: Rektor Unhas: Program Patriot Transmigrasi wujud kampus berdampak
Baca juga: 125 peserta TEP sejumlah PT diterjunkan ke daerah transmigrasi KTI
Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.