Zona Timur Kawasan Mandalika NTB ditanami Mangrove

Lombok Tengah (ANTARA) - InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat rehabilitasi zona timur kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui gerakan penanaman ribuan bibit mangrove.

"Pada kegiatan ini sebanyak 4.500 bibit mangrove ditanam untuk melanjutkan program pemulihan ekosistem pesisir yang telah dimulai sejak tahun lalu," kata General Manager The Mandalika Fari Wijaya di Lombok Tengah, Jumat.

Ia mengatakan penanaman tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi mangrove jangka panjang. Sebelumnya, pihaknya telah menanam sekitar 20 ribu bibit mangrove, dengan tambahan 4.500 bibit, sehingga total bibit yang telah ditanam mencapai 24.500.

"Sejak akhir tahun lalu kami sudah menanam sekitar 20 ribu bibit. Dengan penanaman 4.500 bibit ini, totalnya menjadi 24.500 bibit," katanya .

"Yang paling penting bukan hanya menanam, tetapi memastikan bibit tersebut tumbuh dengan baik sehingga dapat memperkuat kawasan Mangrove Sanctuary The Mandalika," katanya.

Ia menjelaskan, program rehabilitasi dimulai sejak September tahun lalu setelah kawasan mangrove seluas 45,7 hektare ditetapkan sebagai Mangrove Sanctuary The Mandalika.

Ia mengatakan rehabilitasi mangrove merupakan tanggung jawab bersama, karena itu, pihaknya menggandeng perguruan tinggi, perusahaan, komunitas, hingga kelompok masyarakat agar proses rehabilitasi berjalan melalui kolaborasi dan semangat gotong royong.

"Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab kami. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan kolaborasi, kami berharap rehabilitasi mangrove ini menjadi warisan yang bermanfaat bagi generasi mendatang," ujarnya.

Saat ini, penanaman dilakukan di Blok 11 atau kawasan percontohan dan secara keseluruhan, ITDC telah menyusun master plan rehabilitasi yang mencakup 23 blok.

Hingga kini, rehabilitasi telah mencakup sekitar tujuh hektare dan program tersebut ditargetkan berlangsung selama lima tahun agar proses penanaman, perawatan, dan pertumbuhan mangrove dapat berjalan optimal.

"Rehabilitasi mangrove tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui budidaya kepiting bakau serta pengembangan wisata alam," katanya.

Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026